Selasa, 17 Februari 2009

MENGENAL DESAIN GRAFIS

Grafis berasal dari bahasa Yunani ”Grapein” yang artinya menggambar. Umumnya di Indonesia istilah grafis dikaitkan dengan aktifitas menggambar yang bersifat 2 dimensional. Menggambar disini tetunya sangat luas, karena yang dimaksud menggambar bukan berarti melukis atau yang bersifat ilustrasi belaka. Grafis selalu berkaitan dengan proses cetak-mencetak oleh karena itu fotografi termasuk di dalamnya. Secara spesifik, cakupan tadi terbatas pada karya yang dicetak atau direproduksi secara massal.

Dari masa-ke masa cakupan grafis tersebut terus berkembang sehingga muncul istilah baru yaitu ”desain grafis”. Dalam desain grafis inilah nilai estetis pada sebiah karya seni mulai melbur dengan nilai fungsionalitasnya. Bidang desain grafis sendiri dibagi menjadi beberapa pengelompokan yaitu :

Desain grafis berdasarkan bidang dimensionalnya :

  • Desain grafis 2 dimensi (2D): yaitu karya desain yang mempunyai 2 sumbu dimensi saja yaitu X & Y. Karya-karya 2D merupakan karya yang bersifat datar, biasanya berupa cetakan dan tidak bisa diraba.
  • Desain grafis 3 dimensi (3D): yaitu karya desain yang mempunyai 3 sumbu dimensi yaitu X,Y,& Z. Karya-karya 3D merupakan karya yang mempunyai ketebalan dan bisa diraba. Karya 3D bisa berupa istalasi atau berupa kontruksi bangunan

Desain Grafis berdasarkan medianya dibagi menjadi :

  • Desain Grafis Media Cetak: merupakan berbagai kegiatan desain yang proses produksinya menggunakan media cetak. Contoh: brosur, poster, undangan, dll
  • Desain grafis Media Elektronik: merupakan kgiatan desain yang proses produksinya menggunakan media elektronik seperti televisi, komputer dll. Contoh: iklan televisi, video clip, CD Interaktive, Web design, animasi 2D & 3D.

Desain grafis berdasarkan proses pembuatannya:

  • Desain Grafis Komputer/digital: merupakan kegiatan desain yang 100% maupun sebagian menggunakan komputer
  • Desain Grafis Manual: merupakn kegiatan desain tanpa bantuan komputer sama sekali. 100% buatan tangan manusia

Desain grafis Berdasarkan tempat pemasangannya:

  • Desain Grafis Indoor: merupakan jenis desain grafis pemasangannya/peletakkannya berada dalam ruangan. Biasanya jenis indoor berukuran relatif lebih kecil dan diproduksi secara massal.
  • Desain Grafis outdoor: merupakan jenis desain grafis yang pemasangan/peletakannya berada duluar ruangan. Biasanya jenis outdoor memiliki ukuran yang relatif besar dan tidak diproduksi secara massal

Grafis tidak selalu berupa gambar ataupun lukisan yang indah. Bahkan sebuah titik maupun garis dapat dikatakan sebagai grafis. Namun sebagai sebuah media komunikasi visual unsur-unsur dalam grafis tersebut hendaknya mengkomunikasikan pesan tertentu. Istilah grafis komunikasi kini semakin populer karena perpaduan antara grafis dengan komunikasi. Menurut Pujirianto (2005) desain grafis komunikasi dapat diartikan sebagai proses penyampaian lambang-lambang yang mengandung pengertian tertentu oleh seseorang kepada yang lain melalui media cetak.

Agus Sachari dalam bukunya Pengantar Metodologi Penelitian Budaya Rupa: Desain, Arsitektur, Desain dan Kriya menjelaskan wilayah kegiatan desain di Indonesia yang secara praktis dibagi menjadi 3 besar, yaitu :

a. Desain Produk Industri

Desain produk industri adalah profesi yang mempelajari desain dari segi pertimbangan fungsi, inovasi, ekonomi, ergonomi, teknik, material, estetis, pasar, nilai-nilai budaya hingga pertimbangan lingkungan. Bagi aspek keilmuan memiliki potensi yang lebih luas lagi, karena ilmu ini juga mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan produk, inovasi teknologi, teori desain, dan budaya rupa secara umum. Adapun secara spesifik hasil dari desain produk industri adalah:

- Desain perkakas rumah tangga

- Desain alat transportasi

- Desain Kriya

- Desain perangkat hiburan, olah raga dan rekreasi

- Desain Furniture

- Desain Perlengkapan profesi seperti alat kedokteran, alat militer dll

- Desain busana

- Desain perangkat digital

b. Desain Komunikasi Visual

Desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mengkaji dan mempelajari desain dengan pertimbangan yang lebih terfokus pada aspek komunikasinya. Selain itu juga dipelajari berbagai hal yang berkaitan dengan media, citra, tanda, ikon, simbol. Walau menekankan aspek komunikasi dan pesan, desain komunikasi visual sangat erat kaitannya dengan teknologi percetakan, Multimedia, Psikologi persepsi dan periklanan. Adapun hasil dari desain komunikasi visual adalah:

- Desain Grafis Periklanan

- Animasi

- Identitas Perusahaan (Corporate Identity)

- Desain marka perusahaan (landmark)

- Multimedia interaktif dan website

- Desain grafis media (cover buku, koran, majalah,dll)

- Cergam, komik, ilustrasi

- Fotografi

- Typografi

c. Desain Interior

Desain interior adalah profesi yang mengkaji dan mempelajari desain ruang dalam sebuah bangunan dengan berbagai macam pendekatan dan pertimbangan seperti nilai fungsi, estetika, suasana, gaya hidup, sosial budaya, nilai praktis hingga penataan ruang. Dari berbagai aspek keilmuan, desain interior juga mengkaji hal-hal yang berhubungan dengan perilaku sosial manusia dalam sebuah ruang, pencahayaan, elemen arsitektur dan budaya secara umum. Desain interior mempunyai kemiripan dengan arsitektur hanya lebih mementingkan ruang dalam sebuah bangunan. Adapun hasil dari desain interior adalah:

- Desain interior rumah

- Desain interior restoran

- Desain interior hotel

- Desain interior galeri

- Desain interior kantor

- Desain interior rumah ibadah

- Stan pameran

- Stan toko

1 komentar:

  1. Makasih infonya ya.. moga-moga aja design grafis makin dihargai di negeri ini..

    BalasHapus