Tampilkan postingan dengan label DKV umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DKV umum. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2011

Tentang Sekmentasi Pasar

Manajemen Pemasaran. Definisi Segmentasi Pasar
Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.


Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.


Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasar sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.


Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307.


Manfaat dan Kelemahan Segmentasi


Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1.      Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2.      Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3.      Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4.      Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5.      Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.


Gito Sudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
1.      Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2.      Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3.      Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4.      Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi

Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda.
Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Variabel-Variabel Segmentasi Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab itu perlu dipelajari. Dalam hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:
1.         Segmentasi Geografi Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.


2.      Segmentasi Demografi Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.


3.       Segmentasi Psikografi Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a)      Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b)      Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c)      Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.


4.   Segmentasi Tingkah Laku Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.


Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indikator sebagai berikut (Armstrong, 1997):
a)      Manfaat yang dicari Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.
b)      Status Pengguna Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.
c)      Tingkat Pemakaian Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
d)      Status Loyalitas Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal, mereka selalu membeli satu macam merek. Kelompok lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau lebih dari satu produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun. Mereka mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang diobral.

Kamis, 26 Februari 2009

Arti dan Respon Warna

Berikut adalah uraian tentang arti dan respon psikologinnya menurut Max Luscher, seorang psikolog asal Swiss.

Hitam

Warna hitam adalah lambang kematian. Kebanyakan bangsa-bangsa di dunia mengenakan pakaian warna hitam pada waktu upacara kematian. Hitam sendiri mempunyai tafsir yang sangat banyak karena warna ini merupakan kombinasi dari semua warna. Yang paling umum dari pemaknaan warna hitam adalah kesan misterius. Dalam film-film fiksi sosok hantu, penyihir, dan mahkluk jadi-jadian sering digambarkan dengan kostum dan atribut yang serba hitam.

Respon Psikologi: Power, Seksualitas, Kecanggihan, Kematian, Misteri, Ketakutan, Kesedihan, Keanggunan.

Jingga

Warna jingga cocok untuk meningkatkan komunikasi karena membawa keceriaan, kegembiraan kreativitas, ambisi dan rasa humor. Selain itu warna jingga juga memberikan rasa hangat dan menciptakan atmosfir yang akrab pada ruangan. Karena sifatnya tadi, warna jingga akan cocok jika digunakan diruang keluarga atau gang dalam rumah untuk memberikan rasa hangat dan akrab. Dapur dan ruang makan kita juga cocok jika diberi warna jingga karena bisa membangkitkan selera.

Warna jingga di ruang kerja bisa meningkatkan kreativitas dan semangat kerja. Konsentrasi juga bisa ditingkatkan dengan warna jingga menjadi warna utama di ruang belajar. Warna jingga juga bermanfaat bagi ibu menyusui karena meningkatkan produksi air susu. Namun patut diperhatikan pemakaian warna jingga yang berlebihan justru bisa menyebabkan perilaku yang tidak bertanggung jawab, rasa resah dan gelisah.

Respon Psikologi: Energy, Keseimbangan, Kehangatan.

Cokelat

Warna cokelat adalah warna yang kesannya paling dekat dengan bumi sehingga membuat kita merasa dekat. Cokelat bisa menjadi sumber energi yang konstan, serta membuat kita merasa kuat. Warna ini mewakili rasa aman, komitmen dan kepercayaan. Coklat juga memberikan rasa hangat dan nyaman. Karena sifatnya yang membumi, warna coklat sangat cocok digunakan di ruang keluarga. Namun agar tidak berkesan gelap, kita mesti mengkombinasikan warna coklat dengan perabotan yang berwarna terang.

Daerah pintu masuk, juga sangat tepat jika diberi warna coklat karena memberi kesan menyambut. Warna coklat juga menimbulkan kesan kepercayaan dan komitmen. Ruang kerja juga cocok dengan warna coklat. Suasana hati bisa menjadi lebih tenang karena warna coklat memberikan efek aman dan kuat.

Respon Psikologi: Tanah/Bumi, Reliability, Comfort, Daya Tahan.

Ungu

Warna ungu mempunyai efek tenang dan menyejukkan. Seringkali dikaitkan dengan kesan yang berhubungan tentang wawasan yang luas, martabat, kehormatan, intuisi, dan sejahtera bahkan kesan anggun. Pengaruh warna ini dapat menginspirasikan pikiran dan membuat hati lebih tenang. Karena sifatnya yang tenang dan menyejukkan, ruang kerja dan ruang tidur sangat cocok jika diberi warna ungu. Sebaliknya warna ungu tidak tepat untuk ruang tempat beraktivitas. Yang unik, warna ungu sangat cocok untuk Anda yang sedang menjalani program diet karena mampu mengurangi rasa lapar. Warna ungu juga cocok untuk mengontrol rasa marah dan bisa meringankan suasana hati.

Respon Psikologi: Spiritual, Misteri, Kebangsawanan, Transformasi, Kekasaran, Keangkuhan.

Biru

Warna biru sering diasosiasikan sebagai warna yang melambangkan kejujuran, kesetiaan, harapan dan harmoni. Cinta, spiritualisme, perlindungan dan kecantikan juga diwakili oleh warna ini. Kesan yang bisa didapat dari penggunaan warna biru dirumah adalah ketenangan, ketentraman dan kenyamanan. Sehingga efeknya dapat memperlambat denyut jantung, menurunkan tekanan darah, menghapus stress, dan membuat kita dapat bernafas lebih dalam.

Selain itu, warna ini juga memperluas imajinasi dan memperlancar komunikasi antar penghuni rumah. Karena sifatnya yang nyaman dan bisa melancarkan komunikasi, warna biru sesuai untuk diterapkan di ruang keluarga dan kamar tidur. Selain tidur akan terasa lebih nyenyak, perbincangan dengan pasanganpun akan terasa lebih lancar dan tenang. Namun bila penggunaan warna biru berlebihan kita malah bisa kesulitan bangun dipagi hari. Selain itu, terlalu banyak warna biru bisa menimbulkan rasa malas dan terisolasi. Meski demikian penggunaan warna biru yang tepat bisa menghapus stress dan menenangkan suasana hati, biru bisa digunakan untuk menghilangkan rasa sakit[2].

Respon Psikologi: Kepercayaan, Konservatif, Keamanan, Tehknologi, Kebersihan, Keteraturan.

Hijau

Warna hijau sering kali diartikan dengan kehidupan, kesuburan, alamiah dan perlindungan. Warna hijau diasosiasikan dengan obyek-obyek natural seperti tumbuhan. Hijau sendiri mampu memberikan efek sejuk pada mata seperti halnya warna biru dan putih. Hijau identik dengan warna modern (dipopulerkan oleh film ”Matrix”), sangat mampu dalam menguatkan kesan futuristik dan kecanggihan teknologi.

Respon Psikologi: Alami, Sehat, Keberuntungan, Pembaharuan.

Kuning

Yang paling dominan dari warna kuning adalah sifatnya yang ”mencolok”, oleh karena itu kuning sangat identik dengan makna-makna kemuliaan, kemasyuran, kepercayaan diri. Kuning diasosiasikan matahari sehingga sering juga diartikan sebagai keindahan, kehangatan, dan ilmu pengetahuan

Respon Psikologi: Optimis, Harapan, Filosofi, Ketidakjujuran, Pengecut (untuk budaya Barat), pengkhianatan.



Sumber

Baca : Krisnawati, Christina, Terapi Warna dalam Kesehatan, Curiosita, Yogyakarta, 2005; halaman 73.
Sebagian besar data untuk sub Bab “warna sebagai komunikasi” saya ambil dari buku karya Krisnawati, Christina, Terapi Warna dalam Kesehatan, Curiosita, Yogyakarta, 2005. data mengenai efek psikologi warna didapat dari www.warungdesain.com

Selasa, 17 Februari 2009

MENGENAL DESAIN GRAFIS

Grafis berasal dari bahasa Yunani ”Grapein” yang artinya menggambar. Umumnya di Indonesia istilah grafis dikaitkan dengan aktifitas menggambar yang bersifat 2 dimensional. Menggambar disini tetunya sangat luas, karena yang dimaksud menggambar bukan berarti melukis atau yang bersifat ilustrasi belaka. Grafis selalu berkaitan dengan proses cetak-mencetak oleh karena itu fotografi termasuk di dalamnya. Secara spesifik, cakupan tadi terbatas pada karya yang dicetak atau direproduksi secara massal.

Dari masa-ke masa cakupan grafis tersebut terus berkembang sehingga muncul istilah baru yaitu ”desain grafis”. Dalam desain grafis inilah nilai estetis pada sebiah karya seni mulai melbur dengan nilai fungsionalitasnya. Bidang desain grafis sendiri dibagi menjadi beberapa pengelompokan yaitu :

Desain grafis berdasarkan bidang dimensionalnya :

  • Desain grafis 2 dimensi (2D): yaitu karya desain yang mempunyai 2 sumbu dimensi saja yaitu X & Y. Karya-karya 2D merupakan karya yang bersifat datar, biasanya berupa cetakan dan tidak bisa diraba.
  • Desain grafis 3 dimensi (3D): yaitu karya desain yang mempunyai 3 sumbu dimensi yaitu X,Y,& Z. Karya-karya 3D merupakan karya yang mempunyai ketebalan dan bisa diraba. Karya 3D bisa berupa istalasi atau berupa kontruksi bangunan

Desain Grafis berdasarkan medianya dibagi menjadi :

  • Desain Grafis Media Cetak: merupakan berbagai kegiatan desain yang proses produksinya menggunakan media cetak. Contoh: brosur, poster, undangan, dll
  • Desain grafis Media Elektronik: merupakan kgiatan desain yang proses produksinya menggunakan media elektronik seperti televisi, komputer dll. Contoh: iklan televisi, video clip, CD Interaktive, Web design, animasi 2D & 3D.

Desain grafis berdasarkan proses pembuatannya:

  • Desain Grafis Komputer/digital: merupakan kegiatan desain yang 100% maupun sebagian menggunakan komputer
  • Desain Grafis Manual: merupakn kegiatan desain tanpa bantuan komputer sama sekali. 100% buatan tangan manusia

Desain grafis Berdasarkan tempat pemasangannya:

  • Desain Grafis Indoor: merupakan jenis desain grafis pemasangannya/peletakkannya berada dalam ruangan. Biasanya jenis indoor berukuran relatif lebih kecil dan diproduksi secara massal.
  • Desain Grafis outdoor: merupakan jenis desain grafis yang pemasangan/peletakannya berada duluar ruangan. Biasanya jenis outdoor memiliki ukuran yang relatif besar dan tidak diproduksi secara massal

Grafis tidak selalu berupa gambar ataupun lukisan yang indah. Bahkan sebuah titik maupun garis dapat dikatakan sebagai grafis. Namun sebagai sebuah media komunikasi visual unsur-unsur dalam grafis tersebut hendaknya mengkomunikasikan pesan tertentu. Istilah grafis komunikasi kini semakin populer karena perpaduan antara grafis dengan komunikasi. Menurut Pujirianto (2005) desain grafis komunikasi dapat diartikan sebagai proses penyampaian lambang-lambang yang mengandung pengertian tertentu oleh seseorang kepada yang lain melalui media cetak.

Agus Sachari dalam bukunya Pengantar Metodologi Penelitian Budaya Rupa: Desain, Arsitektur, Desain dan Kriya menjelaskan wilayah kegiatan desain di Indonesia yang secara praktis dibagi menjadi 3 besar, yaitu :

a. Desain Produk Industri

Desain produk industri adalah profesi yang mempelajari desain dari segi pertimbangan fungsi, inovasi, ekonomi, ergonomi, teknik, material, estetis, pasar, nilai-nilai budaya hingga pertimbangan lingkungan. Bagi aspek keilmuan memiliki potensi yang lebih luas lagi, karena ilmu ini juga mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan produk, inovasi teknologi, teori desain, dan budaya rupa secara umum. Adapun secara spesifik hasil dari desain produk industri adalah:

- Desain perkakas rumah tangga

- Desain alat transportasi

- Desain Kriya

- Desain perangkat hiburan, olah raga dan rekreasi

- Desain Furniture

- Desain Perlengkapan profesi seperti alat kedokteran, alat militer dll

- Desain busana

- Desain perangkat digital

b. Desain Komunikasi Visual

Desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mengkaji dan mempelajari desain dengan pertimbangan yang lebih terfokus pada aspek komunikasinya. Selain itu juga dipelajari berbagai hal yang berkaitan dengan media, citra, tanda, ikon, simbol. Walau menekankan aspek komunikasi dan pesan, desain komunikasi visual sangat erat kaitannya dengan teknologi percetakan, Multimedia, Psikologi persepsi dan periklanan. Adapun hasil dari desain komunikasi visual adalah:

- Desain Grafis Periklanan

- Animasi

- Identitas Perusahaan (Corporate Identity)

- Desain marka perusahaan (landmark)

- Multimedia interaktif dan website

- Desain grafis media (cover buku, koran, majalah,dll)

- Cergam, komik, ilustrasi

- Fotografi

- Typografi

c. Desain Interior

Desain interior adalah profesi yang mengkaji dan mempelajari desain ruang dalam sebuah bangunan dengan berbagai macam pendekatan dan pertimbangan seperti nilai fungsi, estetika, suasana, gaya hidup, sosial budaya, nilai praktis hingga penataan ruang. Dari berbagai aspek keilmuan, desain interior juga mengkaji hal-hal yang berhubungan dengan perilaku sosial manusia dalam sebuah ruang, pencahayaan, elemen arsitektur dan budaya secara umum. Desain interior mempunyai kemiripan dengan arsitektur hanya lebih mementingkan ruang dalam sebuah bangunan. Adapun hasil dari desain interior adalah:

- Desain interior rumah

- Desain interior restoran

- Desain interior hotel

- Desain interior galeri

- Desain interior kantor

- Desain interior rumah ibadah

- Stan pameran

- Stan toko

Pertanyaan Seputas Desain Grafis

  1. Apa yang dimaksud desain grafis? Menurut saya desain grafis adalah gagasan visual yang diwujudkan dalam bidang 2 dimensional.
  2. kalau begitu apakah rancangan visual dalam bentuk 3 dimensional tidak bisa disebut desain grafis? Sebenarnya yang dimaksud 3D adalah bentuk imajiner. Semua yang kita rancang dalam komputer maupun kertas adalah medium 2 dimensional.
  3. jadi yang dimaksud 3 dimensional? Bentuk 3 dimensi adalah bentuk yang sudah teraplikasikan kedalam bentuk secara nyata dan dapat diraba co. Gedung, visual merchandising, display dll.
  4. kalau begitu apa saja ruang lingkup desain grafis? Ruang lingkup desain grafis sangat banyak, antara lain: desainer kemasan, kartu undangan, layout majalah, cover buku, sign system, coorporate identity, logo, website master, animator, ilustrasi, komik, modeling 3D, digital fotography
  5. wah, kalau begitu banyak dong? Ya anda benar, ruang lingkup desain grafis memang sangat banyak. Bahkan ketika anda sedang mencoret-coret foto mantan pacar andapun, itu berarti anda sudah belajar desain grafis.
  6. kalau saya belajar desain, dimanakah kelak saya berkerja? Biasanya di percetakan, studio desain, studio animasi, image setting, kantor redaksi majalah, studio foto. Sekarang bahkan muncul trend bekerja sebagai freelance desainer yang kantornya cukup di kamar kos-kosan tapi order bisa datang dari mana-mana.
  7. wah enak dong kalau begitu, bisa bekerja dimana aja? Ya, bekerja di industri kreatif memang sangat dinamis. Meski banyak lapangan pekerjaan menjanjikan, saya lebih menyarankan anda untuk berwiraswasta sendiri. Selain anda bisa menjadi pemimpin, anda bisa mendapat pendapatan yang lebih besar.
  8. kalau begitu apa perbedaan desain grafis dengan desain komunikasi visual? Sebenarnya kedua istilah ini memang banyak kesamaan, tapi secara umum desain grafis lebih menekankan hal teknis dan estetika sedangkan desain komunikasi visual lebih menekankan aspek komunikasi dan konseptual. Detail mengenai kedua istilah tadi sudah saya bahas pada artikel edisi sebelumnya.
  9. apa bekal yang harus dipunyai seseorang untuk menjadi desainer grafis? Kreatifitas dan minat belajar yang besar.
  10. apakah hanya itu? Akan lebih baik jika anda punya bakat menggambar manual.
  11. kalau ga bisa gambar manual, gimana dong? Ha..ha..ha. sebenarnya kemampuan menggambar manual adalah salah satu faktor pendukung saja, yang terpenting adalah sense of art. Terlebih jika anda mempunyai kemampuan dalam memecahkan masalah, maka anda bukan hanya bisa menjadi desainer saja melainkan juga konseptor. Selama kemampuan teknis komputer anda memadai, anda boleh berlega hati meski anda tidak bisa menggambar manual.
  12. apa keuntungan mendesain dengan manual hand drawing? Gambar manual lebih manusiawi dan ekspresif, sangat khas sehingga dapat dengan mudah menemukan ciri dari goresan anda sendiri, eksplorasi alat dan media lebih banyak.
  13. kekurangan mendesain manual? Relatif lebih lambat, sangat membutuhkan bakat dan ketelitian, sulit direproduksi, harga relatif mahal sehingga kurang kompetitif.
  14. apa kekurangan mendesain dengan bantuan komputer? Waktu pembuatan relatif cepat, desain lebih murah dan kompetitif, mudah direproduksi, mudah diperbaiki karena ada fasilitas undo, adanya clipart dan font gallery lebih memperkaya elemen desain.
  15. kekurangan mendesain dengan bantuan komputer? Tidak manusiawi dan kurang ekspresif, fasilitas undo dan history menyebabkan desainer menjadi ceroboh dan kurang teliti, perlu belajar software grafis dan pengetahuan komputer yang memadai, beberapa kalangan menganggap desain dengan bantuan komputer adalah seni murahan dan kurang berbobot.
dikutip dari buku Trik & Trip Computer Graphic by Hendi Hendratman
Edited and Posting By Daniar Wikan Setyanto, S.Sn
Dosen DKV Fasilkom Udinus Semarang